A.
Sebaran
Keragaman Budaya Nasional
1. 1. Konsep Budaya
Budaya
berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah,
yang merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Budaya dapat dibedakan menjadi budaya lokal dan budaya nasional.
Budaya
lokal adalah budaya yang dimiliki oleh daerah atau suku bangsa tertentu,
bersifat khas dan diwariskan secara turun temurun dalam ruang lingkup wilayah
tersebut. Budaya lokal lahir ketika penduduk suatu daerah telah memiliki segala
bentuk cara-cara berprilaku, bertindak, serta pola pikiran yang sama. Budaya
lokal merupakan unsure pembentuk budaya nasional.
Budaya
nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Budaya
nasional merupakan gabungan dari budaya lokal atau daerah yang ada di suatu
negara.
2.
2. Faktor Penyebab Keragaman Budaya
Keragaman
budaya atau “cultural diversity” di
Indonesia adalah kenyataan yang ada di Indonesia. Keanekaragaman budaya
dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, adaptasi yang dilakukan,
faktor sejarah serta interaksi antar suku bangsa di dalam maupun di luar
wilayah Indonesia.
Berikut
faktor penyebab keanekaragaman budaya
tersebut :
a.
Keragaman Suku Bangsa
Indonesia merupakan negara yang memiliki
keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat sekitar 400 kelompok
etnis yang tersebar. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial, politik dan
budaya berbeda, seperti; bahasa, lagu daerah, pusaka, tarian, bentuk rumah,
adat istiadat, tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya.
b.
Keberagaman Bahasa
c.
Keberagaman Religi
Agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah
agama Islam, Kong Hu Cu, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha
d.
Keberagaman Seni dan Budaya
Wujud keragaman budaya adalah, seni sastra, seni tari,
seni musik, semi drama, seni rupa dan sebagainya.
3. 3. Sebaran Keragaman Budaya Indonesia
Region
budaya di Indonesia biasanya dibagi berdasar budaya suatu suku/ras yang besar.
Menurut Werdiati, sebaran ragam budaya
Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.
Region Budaya Batak
b.
Region Budaya Minangkabau
c.
Region Budaya Sunda
d.
Region Budaya Jawa
e.
Region Budaya Bali
f.
Region Budaya Dayak
g.
Region Budaya Bugis-Makassar
B. Identifikasi
Identitas Nasional
1.
Pengertian Identitas Nasional
Identitas
nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa sehingga bangsa
tersebut dapat dibedakan dengan bangsa lain. Setiap bangsa memiliki identitas
tertentu sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter bangsa yang
bersangkutan.
2.
Unsur-Unsur Identitas Nasional
Identitas nasional
Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan
gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu ;
a.
Suku bangsa. Suku bangsa adalah golongan sosial
khusus yang sudah ada sejak lahir2. Suku bangsa adalah golongan sosial khusus
yang sudah ada sejak lahir2ws3. Suku bangsa adalah golongan sosial khusus yang
sudah ada sejak lahir, yang sama coraknya dengan golongan, umur, dan jenis
kelamin.
b.
Agama. Di Indonesia terdapat agama Islam,
Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.
c.
Kebudayaan. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem
gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat
yang dijadikan milik manusia dengan belajar.
d.
Bahasa. Bahasa merupakan unsur komunikasi yang
dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana
berinteraksi antarmanusia.
3.
Karakteristik Identitas Nasional
Identitas nasional
memiliki dua karakter, yaitu cultural
unity dan political unity
a.
Identitas
Cultural Unity atau Identitas
Kesukubangsaan
Cultural
unity dalam pengertian kebudayaan adalah sekelompok orang yang disatukan
oleh adanya kesamaan ras, suku, agama, adat dan budaya, keturunan dan daerah
asal. Identitas cultural unity bersifat
ascribtife (sudah ada sejak lahir),
bersifat alamiah / bawaan, primer dan etnik. Identitas kesukubangsaan dapat
diketahui dari sisi budaya orang yang bersangkutan. Identitas ini sering
disebut sebagai identitas kelompok atau identitas primordial.
b.
Identitas Political
Unity atau Identitas Kebangsaan
Political
unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik, yaitu bangsa dan
negara. Negara perlu menciptakan identitas untuk bangsanya yang disebut sebagai
identitas nasional. Identitas kebangsaan bersifat buatan, sekunder, etnis dan
nasional. Beberapa bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional, lambang
nasional, dan ideologi nasional.
4.
Identifikasi Identitas Nasional
Identitas
nasional merupakan ciri yang dimiliki suatu negara. Identitas nasional ada
beberapa jenis. Berikut ada beberapa bentuk identitas nasional negara Indonesia.
a.
Pancasila sebagai dasar falsafah negara
b.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau
bahasa pemersatu
c.
Bendera merah putih sebagai bendera negara
d.
Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
e.
Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
f.
Semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
g.
Konstitusi negara yaitu UUD 1945
h.
Bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang
berkedaulatan Rakyat
i.
Konsepsi wawasan nusantara
j.
Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai
kebudayaan nasional
C. Interaksi
Global dan Pengaruhnya terhadap Budaya Nasional
1.
Interaksi
Nasional
Interaksi nasional sering dilakukan
para pemuda atau pelajar yang mampu mengembangkan bakat antara lain olah raga,
kesenian dan pramuka. Mereka saling tukar pengalaman, informasi, dan mempererat
persatuan dan kesatuan.
Interaksi nasional juga terjadi bila
dalam kelompok orang (tim maupun organisasi) yang terdiri atas berbagai etnik,
seperti tim sepakbola Nasional, Tim Paskibraka dan lainnya.
2.
Globalisasi
(Sosial-Budaya)
Globalisasi adalah suatu proses dimana
antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling pengaruh-memengaruhi
satu sama lain. Globaliosasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses
sosial-budaya atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa atau negara
di dunia, makin terkait satu sama lain, mewujudkan suatu tatanan kehidupan baru
atau kesatuan eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi
dan budaya masyarakat.
a.
Ciri
Globalisasi
Ciri
yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia, antara
lain :
1)
Perubahan
dalam dimensi ruang dan waktu
2)
Pasar
dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung
(interdependensi), sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional,
pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi dunia seperti WTO
3)
Peningkatan
interaksi kultural melalui jalur media massa (terutama televisi, film, musik,
transmisi berit, dan olahraga internasional.
4)
Meningkatnya
masalah bersama, misalnya bidang lingkungan hidup, perubahan iklim, pemanasan
global dan kemiskinan.
b.
Faktor
Pendorong Globalisasi
1)
Faktor
eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar, wujud faktor eksternal antara
lain sebagai berikut :
a)
Perkembangan
IPTEK
b)
Penemuan
sarana komunikasi yang semakin canggih
c)
Adanya
kesepakatan internasional tentang pasar bebas
d)
Modernisasi
di berbagai bidangoleh negara-negara di dunia mendorong negara lain mengadopsi
hal yang sama
e)
Meningkatkan
peran dan fungsi lembaga internasional seperti PBB, IMF, ASEAN, WTO dan
sejenisnya
2)
Faktor
internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam. Wujud faktor internal antara
lain sebagai berikut :
a)
Kebebasan
pers
b)
Ketergantungan
sebagian negara terhadap negara lain
c)
Berkembangnya
transportasi dan demokrasi pemerintah
d)
Munculnya
berbagai lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat
e)
Berkembangnya
cara berpikir dan meningkatnya pendidikan masyarakat
Percepatan proses globalisasi juga dipegaruhi
oleh kegiatan pemerintah yang memanfaatkan teknologi telematika untuk pelayanan
publik, antara lain digunakannya sistem sebagai berikut :
1) E-government,
yaitu administrasi pemerintah secara elektronik. Di samping fungsi
pelayanan, e-government juga
dimaksudkan untuk peningkatan interaksi antara pemerintah dan masyarakat,
antara sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional. Pelaksanaannya melalui
situs online.
2) E-commerce, prinsip transaksi jual beli, dimana
semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik, mulai dari
memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontak,
mentransfer uang, mengirim dokumen, hingga membuat claim. E-commerce dapat
meliputi perdagangan internasional, termasuk pengiriman perangkat lunak,
perbankan dan perpajakan. Contohnya ATM dalam transaksi perbankan, dan juga
pembelian pulsa. E-commerce sering
disebut e-bussines.
3) E-learning, globalisasi menyebabkan terjadinya
pergeseran dibidang pendidikan, yaitu dari pendidikan konvensional (tatap muka)
kea rah pendidikan yang bersifat lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang
modus belajar jarak jauh (distance learing)
dengan media internet berbasis web atau internet.
c.
Jenis-jenis
Globalisasi
Secara garis besar ada tiga jenis globalisasi, yaitu globalisasi bisnis,
globalisasi teknologi, dan globalisasi budaya (culture). Globalisasi di bidang ekonomi dapat diamati dengan
menjamurnya super market, jual beli on-line, masuknya produk luar negeri hingga
ke pelosok negeri.
Globalisasi teknologi dapat diamati pada maraknya penggunaan handphone sehingga memudahkan
komunikasi, penggunaan internet, penggunaan mesin-mesin pertanian hingga
maraknya produk kosmetika luar negeri.
Globalisasi sosial budaya dapat diamati pada masuk dan menyebarnya
budaya asing, maraknya kegiatan budaya yang berasosiasi internasional seperti
konser Indonesian Idol, kontes
kecantikan, mengalirnya arus wisatawan luar negeri dan lain-lain.
d.
Fase-fase
Globalisasi
Globalisasi
memiliki fase-fase sebagai berikut :
1) Fase
pertama. Bentuk-bentuk globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal
perdagangan antarnegara sekitar tahun 1000 s.d 1500 M. Saat itu, pedagang
Tiongkok dan India melalui jalur sutera atau jalan laut untuk berdagang dengan
bangsa-bangsa lain.
2) Fase
kedua. Fase ini ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan
Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan dengan negara-negara lain
seperti Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, Pantai
Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia dan Genoa. Di samping membentuk jaringan
dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama,
abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab kepada warga dunia.
3) Fase
ketiga. Fase ini ditandai oleh eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh
bangsa Eropa, seperti bangsa Spanyol, Portugis, Inggris, Jerman, Prancis,
Belgia dan Belanda. Hal ini dilatarbelakangi oleh revolusi industri yang
meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. Pada saat itu negara industri butuh
bahan mentah dan pemasaran hasil industri sehingga terjadi interaksi antar
bangsa di dunia.
4) Fase
keempat. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah
jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia.
e.
Dampak
Globalisasi
Arus globalisasi memberikan dampak pada kehidupan, baik positif maupun negatif.
Dampak positif globalisasi adalah sebagai berikut :
1) Memupuk
kerja sama internasional
2) Pesatnya
perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
3) Efisiensi
waktu, tenaga, dan biaya
4) Pemanfaatan
sumberdaya alam melimpah
5) Memudahkan
orang mendapatkan akses informasi, ilmu pengetahuan, dan mobilisasi memenuhi
kebutuhan primer
6) Membuka
wawasan yang lebih luas, toleran, sikap terbuka dan memacu diri untuk
berkembang
Dampak negatif
globalisasi adalah sebagai berikut :
1) Berkurangnya
tenaga kerja yang bergerak di sektor pertanian
2) Perubahan
pola kehidupan dari kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan
individual
3) Masuknya
pola hidup budaya barat
4) Masyarakat
cenderung berprilaku konsumtif
5) Ketergantungan
pada teknologi
6) Lunturnya
budaya lokal
7) Gaya
hidup kebarat-baratan
8) Kesenjangan
sosial
Luturnya tata nilai budaya bangsa
ditandai oleh tiga faktor, yaitu ;
1)
Semakin
menonjolnya sikap individualistis
2)
Sikap
materialistis makin menonjol
3)
Generasi
muda kurang berminat meneruskan budaya local dan memilih budaya global yang
tampak lebih gemerlap
Adapun cara-cara yang dapat dilakukan
untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia, antara lain :
1) Menumbuhkan
semangat nasionalisme yang tangguh, seperti semangat mencintai produk dalam
negeri
2) Menanamkan
dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya
3) Memahami
dan mengamalkan ajaran agama dengan tulus dan ikhlas
4) Mewujudkan
supremasi hukum
5) Selektif
terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia
6) Pemerintah
harus menghak-patenkan semua jenis kebudayaan Indonesia
D. Budaya Nasional
sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif
1.
Budaya Nasional sebagai Potensi Wisata
Keanekaragaman budaya Indonesia
merupakan kekayaan budaya yang bersifat unik dank has yang tidak dimiliki oleh
bangsa lain. Berbagai keragaman budaya tersebut, mulai dari tarian, kesenian,
pakaian adat, rumah adat, peralatan hidup, bahasa daerah dan lainnya merupakan
daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara maupun luar negeri. Berbagai organisasi
internasional antara lain PBB, Bank Dunia, dan World Trade Organization (WTO), mengakui bahwa pariwisata merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut
kegiatan sosial dan ekonomi.
Menurut Anthoy Gidden (2001), semakin
erat, dan akan terjadi proses akulturasi sehingga menyebabkan gaya hidup
masyarakat akibat globalisasi, semakin kukuh ketergantungan masyarakat kepada
nilai-nilai yang lebih dalam seperti agama, seni, dan sastra untuk dijadikan
nilai-nilai yang memberi makna pada kehidupan dan interaksi antar sesame manusia.
Ini berarti globalisasi akan menyebabkan terjadinya kebangkitan kembali
identitas budaya local, tumbuh kearifan local (local wisdom) dan meningkatnya penghargaan terhadap tradisi lokal
di berbagai belahan dunia.
Potensi pariwisata di Indonesia
sangatlah besar dan merupakan potensi yang harus dikembangkan. Budaya nasional
yang sudah dijadikan objek wisata budaya nusantara antara lain sebagai berikut
:
a.
Rumah Adat Tradisional
b.
Tarian Tradisional
c.
Lagu-lagu Daerah
d.
Kesenian Daerah
e.
Pakaian Daerah
f.
Permainan Tradisional
g.
Benda Pusaka
h.
Makanan Tradisional
i.
Wisata Alam dan religi
2.
Budaya Nasional sebagai Potensi Ekonomi Kreatif
Konsep
ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang
mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya
Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Struktur
perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan
pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang
menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi.
Kekuatan
industri pariwisata Indonesia sat ini masih mengandalkan pada sumberdaya alam
dan kekayaan ragam budaya., yang memiliki biaya yang relatif murah. Beberapa
sektor yang berpotensi menghambat industri pariwisata adalah soal infrastruktur,
kebersihan dan kesehatan.
Daftar Pustaka :
Mulyo, Bambang Nianto, dkk. 2016. Geografi
2 untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo : PT. Wangsa Jatra Lestari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar