Cerdas Geografi

Selasa, 28 April 2020

MATERI GEOGRAFI K13 BAB VI KERAGAMAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL


A.      Sebaran Keragaman Budaya Nasional

1.      1. Konsep Budaya
Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya dapat dibedakan menjadi budaya lokal dan budaya nasional.
Budaya lokal adalah budaya yang dimiliki oleh daerah atau suku bangsa tertentu, bersifat khas dan diwariskan secara turun temurun dalam ruang lingkup wilayah tersebut. Budaya lokal lahir ketika penduduk suatu daerah telah memiliki segala bentuk cara-cara berprilaku, bertindak, serta pola pikiran yang sama. Budaya lokal merupakan unsure pembentuk budaya nasional.
Budaya nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Budaya nasional merupakan gabungan dari budaya lokal atau daerah yang ada di suatu negara.

2.       2. Faktor Penyebab Keragaman Budaya
Keragaman budaya atau “cultural diversity” di Indonesia adalah kenyataan yang ada di Indonesia. Keanekaragaman budaya dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi, adaptasi yang dilakukan, faktor sejarah serta interaksi antar suku bangsa di dalam maupun di luar wilayah Indonesia.
Berikut faktor penyebab  keanekaragaman budaya tersebut :
a.       Keragaman Suku Bangsa
Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman suku bangsa terbesar di dunia. Terdapat sekitar 400 kelompok etnis yang tersebar. Setiap suku bangsa memiliki identitas sosial, politik dan budaya berbeda, seperti; bahasa, lagu daerah, pusaka, tarian, bentuk rumah, adat istiadat, tradisi, sistem kepercayaan dan sebagainya.
b.      Keberagaman Bahasa
c.       Keberagaman Religi
Agama yang tumbuh dan berkembang di nusantara adalah agama Islam, Kong Hu Cu, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha
d.      Keberagaman Seni dan Budaya
Wujud keragaman budaya adalah, seni sastra, seni tari, seni musik, semi drama, seni rupa dan sebagainya.

3.      3. Sebaran Keragaman Budaya Indonesia
Region budaya di Indonesia biasanya dibagi berdasar budaya suatu suku/ras yang besar. Menurut Werdiati, sebaran ragam budaya  Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.       Region Budaya Batak
b.      Region Budaya Minangkabau
c.       Region Budaya Sunda
d.      Region Budaya Jawa
e.      Region Budaya Bali
f.        Region Budaya Dayak
g.       Region Budaya Bugis-Makassar

B.      Identifikasi Identitas Nasional
1.       Pengertian Identitas Nasional
Identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa sehingga bangsa tersebut dapat dibedakan dengan bangsa lain. Setiap bangsa memiliki identitas tertentu sesuai dengan keunikan, sifat, ciri-ciri serta karakter bangsa yang bersangkutan. 

2.       Unsur-Unsur Identitas Nasional
Identitas nasional Indonesia merujuk pada suatu bangsa yang majemuk. Kemajemukan itu merupakan gabungan dari unsur-unsur pembentuk identitas, yaitu ;
a.       Suku bangsa. Suku bangsa adalah golongan sosial khusus yang sudah ada sejak lahir2. Suku bangsa adalah golongan sosial khusus yang sudah ada sejak lahir2ws3. Suku bangsa adalah golongan sosial khusus yang sudah ada sejak lahir, yang sama coraknya dengan golongan, umur, dan jenis kelamin.
b.      Agama. Di Indonesia terdapat agama Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Buddha dan Kong Hu Cu.
c.       Kebudayaan. Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar.
d.      Bahasa. Bahasa merupakan unsur komunikasi yang dibentuk atas unsur-unsur bunyi ucapan manusia dan digunakan sebagai sarana berinteraksi antarmanusia.

3.       Karakteristik Identitas Nasional
Identitas nasional memiliki dua karakter, yaitu cultural unity dan political unity
a.       Identitas  Cultural Unity atau Identitas Kesukubangsaan
Cultural unity dalam pengertian kebudayaan adalah sekelompok orang yang disatukan oleh adanya kesamaan ras, suku, agama, adat dan budaya, keturunan dan daerah asal. Identitas cultural unity bersifat ascribtife (sudah ada sejak lahir), bersifat alamiah / bawaan, primer dan etnik. Identitas kesukubangsaan dapat diketahui dari sisi budaya orang yang bersangkutan. Identitas ini sering disebut sebagai identitas kelompok atau identitas primordial.
b.      Identitas Political Unity atau Identitas Kebangsaan
Political unity merujuk pada bangsa dalam pengertian politik, yaitu bangsa dan negara. Negara perlu menciptakan identitas untuk bangsanya yang disebut sebagai identitas nasional. Identitas kebangsaan bersifat buatan, sekunder, etnis dan nasional. Beberapa bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional, lambang nasional, dan ideologi nasional.

4.       Identifikasi Identitas Nasional
Identitas nasional merupakan ciri yang dimiliki suatu negara. Identitas nasional ada beberapa jenis. Berikut ada beberapa bentuk identitas nasional negara Indonesia.
a.       Pancasila sebagai dasar falsafah negara
b.      Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa pemersatu
c.       Bendera merah putih sebagai bendera negara
d.      Lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya
e.      Lambang negara yaitu Garuda Pancasila
f.        Semboyan negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
g.       Konstitusi negara yaitu UUD 1945
h.      Bentuk negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan Rakyat
i.         Konsepsi wawasan nusantara
j.        Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai kebudayaan nasional

C.      Interaksi Global dan Pengaruhnya terhadap Budaya Nasional

1.       Interaksi Nasional
Interaksi nasional sering dilakukan para pemuda atau pelajar yang mampu mengembangkan bakat antara lain olah raga, kesenian dan pramuka. Mereka saling tukar pengalaman, informasi, dan mempererat persatuan dan kesatuan.
Interaksi nasional juga terjadi bila dalam kelompok orang (tim maupun organisasi) yang terdiri atas berbagai etnik, seperti tim sepakbola Nasional, Tim Paskibraka dan lainnya.

2.       Globalisasi (Sosial-Budaya)
Globalisasi adalah suatu proses dimana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling pengaruh-memengaruhi satu sama lain. Globaliosasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses sosial-budaya atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa atau negara di dunia, makin terkait satu sama lain, mewujudkan suatu tatanan kehidupan baru atau kesatuan eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. 

a.       Ciri Globalisasi
Ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia, antara lain :
1)      Perubahan dalam dimensi ruang dan waktu
2)      Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung (interdependensi), sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi dunia seperti WTO
3)      Peningkatan interaksi kultural melalui jalur media massa (terutama televisi, film, musik, transmisi berit, dan olahraga internasional.
4)      Meningkatnya masalah bersama, misalnya bidang lingkungan hidup, perubahan iklim, pemanasan global dan kemiskinan. 

b.      Faktor Pendorong Globalisasi
1)      Faktor eksternal, yaitu faktor yang berasal dari luar, wujud faktor eksternal antara lain sebagai berikut :
a)      Perkembangan IPTEK
b)      Penemuan sarana komunikasi yang semakin canggih
c)       Adanya kesepakatan internasional tentang pasar bebas
d)      Modernisasi di berbagai bidangoleh negara-negara di dunia mendorong negara lain mengadopsi hal yang sama
e)      Meningkatkan peran dan fungsi lembaga internasional seperti PBB, IMF, ASEAN, WTO dan sejenisnya
2)      Faktor internal, yaitu faktor yang berasal dari dalam. Wujud faktor internal antara lain sebagai berikut :
a)      Kebebasan pers
b)      Ketergantungan sebagian negara terhadap negara lain
c)       Berkembangnya transportasi dan demokrasi pemerintah
d)      Munculnya berbagai lembaga politik dan lembaga swadaya masyarakat
e)      Berkembangnya cara berpikir dan meningkatnya pendidikan masyarakat

 Percepatan proses globalisasi juga dipegaruhi oleh kegiatan pemerintah yang memanfaatkan teknologi telematika untuk pelayanan publik, antara lain digunakannya sistem sebagai berikut :
1)  E-government, yaitu administrasi pemerintah secara elektronik. Di samping fungsi pelayanan, e-government juga dimaksudkan untuk peningkatan interaksi antara pemerintah dan masyarakat, antara sesama unsur pemerintah dalam lingkup nasional. Pelaksanaannya melalui situs online.
2)   E-commerce, prinsip transaksi jual beli, dimana semua proses transaksi perdagangan dilakukan secara elektronik, mulai dari memasang iklan pada berbagai situs atau web, membuat pesanan atau kontak, mentransfer uang, mengirim dokumen, hingga membuat claim. E-commerce dapat meliputi perdagangan internasional, termasuk pengiriman perangkat lunak, perbankan dan perpajakan. Contohnya ATM dalam transaksi perbankan, dan juga pembelian pulsa. E-commerce sering disebut e-bussines.
3)    E-learning, globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran dibidang pendidikan, yaitu dari pendidikan konvensional (tatap muka) kea rah pendidikan yang bersifat lebih terbuka. Di Indonesia sudah berkembang modus belajar jarak jauh (distance learing) dengan media internet berbasis web atau internet.

c.       Jenis-jenis Globalisasi
Secara garis besar ada tiga jenis globalisasi, yaitu globalisasi bisnis, globalisasi teknologi, dan globalisasi budaya (culture). Globalisasi di bidang ekonomi dapat diamati dengan menjamurnya super market, jual beli on-line, masuknya produk luar negeri hingga ke pelosok negeri.
Globalisasi teknologi dapat diamati pada maraknya penggunaan handphone sehingga memudahkan komunikasi, penggunaan internet, penggunaan mesin-mesin pertanian hingga maraknya produk kosmetika luar negeri.
Globalisasi sosial budaya dapat diamati pada masuk dan menyebarnya budaya asing, maraknya kegiatan budaya yang berasosiasi internasional seperti konser Indonesian Idol, kontes kecantikan, mengalirnya arus wisatawan luar negeri dan lain-lain.

d.      Fase-fase Globalisasi
Globalisasi memiliki fase-fase sebagai berikut :
1)     Fase pertama. Bentuk-bentuk globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal perdagangan antarnegara sekitar tahun 1000 s.d 1500 M. Saat itu, pedagang Tiongkok dan India melalui jalur sutera atau jalan laut untuk berdagang dengan bangsa-bangsa lain.
2)     Fase kedua. Fase ini ditandai dengan dominasi perdagangan kaum muslim di Asia dan Afrika. Kaum muslim membentuk jaringan perdagangan dengan negara-negara lain seperti Jepang, Tiongkok, Vietnam, Indonesia, Malaka, India, Persia, Pantai Afrika Timur, Laut Tengah, Venesia dan Genoa. Di samping membentuk jaringan dagang, kaum pedagang muslim juga menyebarkan nilai-nilai agamanya, nama-nama, abjad, arsitek, nilai sosial dan budaya Arab kepada warga dunia.
3)   Fase ketiga. Fase ini ditandai oleh eksplorasi dunia secara besar-besaran oleh bangsa Eropa, seperti bangsa Spanyol, Portugis, Inggris, Jerman, Prancis, Belgia dan Belanda. Hal ini dilatarbelakangi oleh revolusi industri yang meningkatkan keterkaitan antarbangsa dunia. Pada saat itu negara industri butuh bahan mentah dan pemasaran hasil industri sehingga terjadi interaksi antar bangsa di dunia.
4)   Fase keempat. Runtuhnya komunisme seakan memberi pembenaran bahwa kapitalisme adalah jalan terbaik dalam mewujudkan kesejahteraan dunia.

e.      Dampak Globalisasi
Arus globalisasi memberikan dampak pada kehidupan, baik positif maupun negatif. 

Dampak positif globalisasi adalah sebagai berikut :
1)     Memupuk kerja sama internasional
2)     Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi
3)     Efisiensi waktu, tenaga, dan biaya
4)     Pemanfaatan sumberdaya alam melimpah
5)   Memudahkan orang mendapatkan akses informasi, ilmu pengetahuan, dan mobilisasi memenuhi kebutuhan primer
6)  Membuka wawasan yang lebih luas, toleran, sikap terbuka dan memacu diri untuk berkembang

Dampak negatif globalisasi adalah sebagai berikut :
1)   Berkurangnya tenaga kerja yang bergerak di sektor pertanian
2)   Perubahan pola kehidupan dari kehidupan berasaskan kebersamaan menjadi kehidupan individual
3)     Masuknya pola hidup budaya barat
4)     Masyarakat cenderung berprilaku konsumtif
5)     Ketergantungan pada teknologi
6)     Lunturnya budaya lokal
7)     Gaya hidup kebarat-baratan
8)     Kesenjangan sosial

Luturnya tata nilai budaya bangsa ditandai oleh tiga faktor, yaitu ;
1)      Semakin menonjolnya sikap individualistis
2)      Sikap materialistis makin menonjol
3)      Generasi muda kurang berminat meneruskan budaya local dan memilih budaya global yang tampak lebih gemerlap

Adapun cara-cara yang dapat dilakukan untuk mempertahankan kebudayaan Indonesia, antara lain :
1)  Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, seperti semangat mencintai produk dalam negeri
2)     Menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan sebaik-baiknya
3)     Memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tulus dan ikhlas
4)     Mewujudkan supremasi hukum
5)     Selektif terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia
6)     Pemerintah harus menghak-patenkan semua jenis kebudayaan Indonesia

D.      Budaya Nasional sebagai Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif

1.       Budaya Nasional sebagai Potensi Wisata
Keanekaragaman budaya Indonesia merupakan kekayaan budaya yang bersifat unik dank has yang tidak dimiliki oleh bangsa lain. Berbagai keragaman budaya tersebut, mulai dari tarian, kesenian, pakaian adat, rumah adat, peralatan hidup, bahasa daerah dan lainnya merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan Nusantara maupun luar negeri. Berbagai organisasi internasional antara lain PBB, Bank Dunia, dan World Trade Organization (WTO), mengakui bahwa pariwisata merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia terutama menyangkut kegiatan sosial dan ekonomi.
Menurut Anthoy Gidden (2001), semakin erat, dan akan terjadi proses akulturasi sehingga menyebabkan gaya hidup masyarakat akibat globalisasi, semakin kukuh ketergantungan masyarakat kepada nilai-nilai yang lebih dalam seperti agama, seni, dan sastra untuk dijadikan nilai-nilai yang memberi makna pada kehidupan dan interaksi antar sesame manusia. Ini berarti globalisasi akan menyebabkan terjadinya kebangkitan kembali identitas budaya local, tumbuh kearifan local (local wisdom) dan meningkatnya penghargaan terhadap tradisi lokal di berbagai belahan dunia.
Potensi pariwisata di Indonesia sangatlah besar dan merupakan potensi yang harus dikembangkan. Budaya nasional yang sudah dijadikan objek wisata budaya nusantara antara lain sebagai berikut :
a.       Rumah Adat Tradisional
b.      Tarian Tradisional
c.       Lagu-lagu Daerah
d.      Kesenian Daerah
e.      Pakaian Daerah
f.        Permainan Tradisional
g.       Benda Pusaka
h.      Makanan Tradisional
i.         Wisata Alam dan religi

2.       Budaya Nasional sebagai Potensi Ekonomi Kreatif
Konsep ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Struktur perekonomian dunia mengalami transformasi dengan cepat seiring dengan pertumbuhan ekonomi, dari yang tadinya berbasis Sumber Daya Alam (SDA) sekarang menjadi berbasis SDM, dari era pertanian ke era industri dan informasi.
Kekuatan industri pariwisata Indonesia sat ini masih mengandalkan pada sumberdaya alam dan kekayaan ragam budaya., yang memiliki biaya yang relatif murah. Beberapa sektor yang berpotensi menghambat industri pariwisata adalah soal infrastruktur, kebersihan dan kesehatan.



Daftar Pustaka :
Mulyo, Bambang Nianto, dkk. 2016. Geografi 2 untuk Kelas XI SMA dan MA. Solo : PT. Wangsa Jatra Lestari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MATERI GEOGRAFI K13 BAB VI KERAGAMAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

A.       Sebaran Keragaman Budaya Nasional 1.       1. Konsep Budaya Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah , yang ...