Cerdas Geografi

Rabu, 30 Januari 2019

Prinsip Geografi Beserta Contoh Persiapan UN


MATERI UN GEOGRAFI

PRINSIP GEOGRAFI

1.     Prinsip Persebaran
Suatu gejala yang tersebar yang tidak merata di permukaan bumi yang meliputi : bentang alam, tumbuhan, hewan dan manusia bahkan selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Secara alamiah, kondisi fisik antar wilayah berbeda satu dengan yang lainnya. 

Misalnya
persebaran daerah rawan longsor di Jawa Barat. Oleh karena tidak semua wilayah Jawa Barat merupakan daerah rawan longsor.

2.     Prinsip Interelasi
bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa ada hubungan timbal balik atau saling keterkaitan satu sama lain atau antara satu gejala dengan gejala lain atau antara objek fisik yang satu dengan objek fisik lainnya, objek fisik dengan sosial, atau sosial dengan sosial lainnya. 

Misalnya
daerah longsor sangat berkaitan dengan morfologi wilayahnya. Karena Zona Selatan Jawa Barat merupakan wilayah pegunungan maka morfologinya berbukit-bukit, sehingga memiliki banyak lereng yang terjal. Usaha pembukaan lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan tersebut.
 
3.     Prinsip Deskripsi
merupakan cara pemaparan hasil pengkajian studi geografi terhadap gejala, fenomena atau masalah yang ada. Penjelasan atau deskripsi hasil pengkajian tersebut dapat berupa uraian, peta, chart, tabel, grafik, citra, ataupun media lainnya. 

Misalnya
melalui peta dapat dilihat persebaran daerah rawan longsor Jawa Barat.

4.     Prinsip Korologi
merupakan gabungan atau perpaduan dari ketiga prinsip di atas. Dalam prinsip ini gejala dan permasalahan geografi dianalisis persebarannya, interaksi dan interelasinya dari berbagai aspek yang mempengaruhinya.

Misalnya
dapat diketahui bahwa sering terjadinya longsor di Zona Selatan Jawa Barat karena morfologinya yang berbukitbukit. Selain itu, mungkin juga dipengaruhi oleh aktivitas manusia yang membuka hutan untuk lahan pertanian atau memotong lereng untuk jalan.




Daftar Pustaka :

Soegimo, Dibyo dan Riswanto. 2009. GEOGRAFI UNTUK SMA/MA X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Waluya, Bagja. 2009. GEOGRAFI SMA/MA Untuk Kelas X  Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.

Pendekatan Geografi Beserta Contoh Persiapan UN


MATERI UN GEOGRAFI


A.    PENDEKATAN GEOGRAFI          
   1.  Pendekatan Keruangan (Spatial            Approach)
menganalisis fenomena geografis berdasarkan penyebarannya dalam ruang di permukaan bumi dengan menelaah perbedaan lokasi melalui sifat-sifat geografi, seperti : deskripsi letak, persebaran, relasi dan interaksi dari elemen-elemen lokasi tersebut. Yang termasuk pendekatan keruangan, yaitu pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia dan pendekatan regional.

a. Pendekatan Topik
Mengadakan pendekatan dari topik tertentu menjadi perhatian utama. Misalnya di daerah tertentu, topik yang menjadi perhatian utama adalah kelaparan maka kelaparan inilah yang menjadi sorotan utama dalam pendekatan topik. Faktor-faktor geografi seperti manusianya dan keadaan fisisnya tidak boleh diabaikan. Dengan landasan keruangan ini, kita akan dapat mengungkapkan karakteristik kelaparan di daerah yang bersangkutan kalau dibandingkan dengan gejala atau kelaparan di wilayah yang lainnya. Kelaparan di daerah tersebut diungkapkan jenis-jenisnya, sebab-sebabnya, penyebarannya, intensitasnya dan interelasinya dengan gejala yang lain dan dengan masalah secara keseluruhan.

b.      Pendekatan Aktivitas Manusia (Human Activities)
Aktivitas penduduk dapat ditinjau dari penyebarannya, interelasinya dan deskripsinya dengan gejala-gejala lain. Ditinjau dari penyebarannya dapat dibedakan jenis aktivitas sehubungan dengan mata pencarian penduduk. Apakah aktivitas itu berlangsung di daerah pegunungan, apakah di dataran rendah, apakah dekat dengan sungai, apakah dari sungai, apakah di pantai dan seterusnya. Dari kegiatan penyebaran penduduk, dapat diungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, dengan hidrografi, dengan keadaan komunikasi-transportasi, dengan keadaan tinggi-rendah permukaan, dan dengan faktor-faktor geografi lainnya. Oleh karena itu, dapat dibuat suatu deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan interelasi keruangan dengan gejala-gejala lain dan dengan berbagai masalah sebagai sistem keruangannya.

2.     Pendekatan Ekologi (Ecological Approach)
Pendekatan ekologi dalam geografi menekankan pada interaksi dan interdependensi antar manusia dengan lingkungannya membentuk ekologi atau ekosistem.  Pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan konsep dan prinsip ekologi. Dalam hal ini, metodologi pendekatan, penganalisisan dan penelaahan gejala dan masalah geografi. Pada pendekatan ekologi suatu daerah pemukiman, daerah pemukiman tersebut ditinjau sebagai suatu bentuk ekosistem hasil interaksi penyebaran dan aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula jika kita mengkaji daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan dan lain-lain.

3.     Pendekatan Kompleks Wilayah (Regional)
Menelaah gejala atau fenomena dengan menggunakan kombinasi antara analisis keruangan dan analisis ekologi. Analisis geografi dalam pendekatan kompleks wilayah mempelajari fenomena atau kejadian berdasarkan hubungan aspek-aspek suatu wilayah tertentu yang berkaitan dengan wilayah yang lain. Hal ini karena setiap daerah memiliki perbedaan, baik kondisi alam maupun manusia, sehingga setiap daerah akan melakukan interaksi dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, daerah yang subur dan banyak memiliki sumber daya akan banyak dikunjungi penduduk dari daerah yang miskin sumber daya.






Daftar Pustaka :
Soegimo, Dibyo dan Riswanto. 2009. GEOGRAFI UNTUK SMA/MA X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Waluya, Bagja. 2009. GEOGRAFI SMA/MA Untuk Kelas X  Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.

10 Konsep Geografi Beserta Contoh Persiapan UN


MATERI UN GEOGRAFI

KONSEP GEOGRAFI
 
1.     Konsep lokasi
Konsep lokasi terbagi menjadi lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut terkait dengan garis lintang dan garis bujur. Lokasi relatif yaitu lokasi suatu tempat yang dilihat dari wilayah lain. Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga.

Misalnya
a.      Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal. 
b.  Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
c.       Letak Indonesia pada 6 LU – 11 LS dan 95 BT – 141 BT.Letak Makassar pada 5 8’LU – 119 25’BT dan 5,133 LS – 119,417 BT.

2.     Konsep jarak
Jarak adalah ruang (space) antara dua titik atau ruang antara dua obyek yang ditentukan. Jarak mempunyai arti yang penting bagi kehidupan, terutama di bidang sosial, ekonomi dan kebudayaan. Jarak merupakan faktor pembatas yang bersifat alami. Jarak dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia cenderung akan memperhitungkan jarak.

Misalnya:
a.     Harga tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan harga tanah di pedesaan.
b.   Peternakan ayam cenderung mendekati kota sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditempatkan jauh dari kota.
c.    Jarak A ke C dan B ke C adalah 50 km. Tapi waktu tempuh A ke C hanya 2 jam sedangkan B ke C adalah 4 jam. Ternyata kondisi jalan A ke C baik sedangkan B ke C buruk.
d.    Waktu tempuh R ke T hanya 3 jam dengan pesawat terbang sedangkan jika menggunakan kapal laut membutuhkan waktu 2 hari.

3.     Konsep Keterjangkauan (Accesibility)
Konsep keterjangkauan tidak selalu berkaitan dengan jarak, tetapi lebih sesuai dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau komunikasi yang dapat dipakai.

Misalnya:
 a.    Keterjangkauan, Jakarta – Biak (pesawat terbang); Bandung – Jakarta (kereta api).
 b.   Daerah A penghasil beras dan daerah B penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada transportasi.
 c. Suatu daerah tidak akan berkembang apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.
 d. Sebagian besar daerah yang dihuni masyarakat di Kabupaten Yahukimo lebih mudah dijangkau dengan pesawat karena berada di atas pegunungan.

4.    Konsep Morfologi
Menggambarkan tentang permukaan bumi yang disebabkan oleh proses dari dalam bumi (endogen) dan proses yang terjadi diluar bumi (eksogen). Konsep ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap upaya manusia dalam memanfaatkan alam. Bentuk permukaan bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia.

Misalnya:
a.Bentuk lahan akan terkait dengan erosi dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah dan ketersediaan air.
b.Pengelompokan pemukiman cenderung di daerah datar.
c.Tanah di sekitar gunung api subur karena endapan debu dan abu vulkanik. Tanah itulah yang dimanfaatkan manusia untuk berkebun sayur.

5.     Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah kecenderungan persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan paling menguntungkan atau pengelompokan penduduk dan aktivitasnya di suatu daerah.

Misalnya:
a. Masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat sejenis, sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh, daerah perumnas, pedagang besi tua, pedagang barang atau pakaian bekas, dan lain-lain.
b.Enam puluh delapan persen industri tekstil Indonesia berada di Bandung.
c. Kegiatan pertanian terpusat di wilayah pedesaan.
d. Kegiatan perkebunan teh dan kopi di wilayah dataran tinggi.
e. Kegiatan tambak garam terpusat di wilayah yang dekat dengan laut.
f. Industri semen dekat dengan kawasan karst.

6.     Konsep Pola
Pola adalah suatu susunan yang berhubungan dengan sebaran gejala-gejala di permukaan bumi dalam suatu ruang baik yang bersifat alami maupun gejala-gejala yang bersifat sosial budaya. Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam, hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut :
a. Pola aliran sungai terkait dengan jenis batuan dan struktur geologi.
b.Pola pemukiman memanjang di tepi sungai dan di pinggir laut atau jalan

7.     Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan adalah nilai guna suatu fenomena paada lokasinya dipermukaan bumi. Nilai kegunaan tergantung pada kemampuan wilayah tersebut. Manfaat suatu wilayah atau daerah mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang menggunakannya.

Misalnya:
a.    Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari kebisingan, seperti di Puncak antara Bogor dengan Cianjur, banyak dijadikan tempat peristirahatan dan rekreasi.
b.    Lahan yang subur sangat bernilai bagi petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan atau pegawai kantor.
c.     Laut berguna bagi belayan tapi tidak untuk petani. Tapi bisa dikembangkan sebagai daerah wisata sehingga bermanfaat bagi banyak orang.

8.     Konsep Diferensiasi Area (struktur keruangan atau distribusi keruangan)
Diferansiasi area muncul karena adanya gejala-gejala yang khas dan unik yang berbeda diantara suatu tempat dengan tempat lainnya dipemukaan bumi. Gejala-gejala geosfer dalam suatu ruang saling berhubungan dan saling berkaitan (terintegrasi) antara satu dengan yang lainnya. Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah di permukaan bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya.

Misalnya:
a.      Fenomena yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lain, seperti:
1)   jarak dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2)   pemukiman padat, sedang, atau jarang.
b.      Pertanian sayuran dihasilkan di daerah pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang relatif datar.
c.   Daerah dengan ketinggian 0-600 m dari permukaan laut, tanaman yang tumbuh adalah padi, jagung, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan coklat. Daerah dengan ketinggian 1.500-2500 m, tanaman yang tumbuh adalah teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.

9.     Konsep Interaksi dan Interdependensi
Interaksi adalah hubungan timbal balik antara daerah yang satu dengan yang lainnya, sedangkan interdependensi adalah hubungan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Setiap wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain.

Misalnya:
Gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat ke tempat lain seperti,
a.   Pergerakan penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik) dan migrasi.
b.   Pergerakan barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain terhadap pembaca atau pemirsa.
d. Di kota berdiri industri besar yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Kemudian penduduk dari desa berpindah ke kota untuk menjadi tenaga kerja. Jadi, kota terpenuhi kebutuhan tenaga kerjanya sedang desa berkurang penganggurannya.

10.  Konsep Keterkaitan Ruang
Keterkaitan ruang menunjukan derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain disuatu tempat. Keterkaitan ini menyangkut fenomena alam, tumbuhan atau kehidupan sosial. Suatu wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial penduduknya.

Misalnya:
a.   Jika dikaji melalui peta, maka terdapat konservasi spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.
b. Wilayah pantai yang menghasilkan ikan kemudian dijual ke wilayah pegunungan. Sebaliknya wilayah pegunungan yang menghasilkan teh atau kopi kemudian dijual ke wilayah pantai.




            Daftar Pustaka :
Soegimo, Dibyo dan Riswanto. 2009. GEOGRAFI UNTUK SMA/MA X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Waluya, Bagja. 2009. GEOGRAFI SMA/MA Untuk Kelas X  Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional Tahun 2009.
Geografi untuk Kelas X SMA dan MA (Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial) (Semester 1) (Kurikulum 2013) (Jilid 1A)




MATERI GEOGRAFI K13 BAB VI KERAGAMAN BUDAYA SEBAGAI IDENTITAS NASIONAL

A.       Sebaran Keragaman Budaya Nasional 1.       1. Konsep Budaya Budaya berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah , yang ...