MATERI
UN GEOGRAFI
KONSEP GEOGRAFI
1. Konsep
lokasi
Konsep lokasi terbagi menjadi lokasi absolut dan
lokasi relatif. Lokasi absolut terkait dengan garis lintang dan garis bujur.
Lokasi relatif yaitu lokasi suatu tempat yang dilihat dari wilayah lain. Suatu
tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan
harga.
Misalnya
a. Di daerah dingin orang cenderung
berpakaian tebal.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan
berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar,
atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
c.
Letak Indonesia pada 6 LU – 11 LS dan 95
BT – 141 BT.Letak Makassar pada 5 8’LU – 119 25’BT dan 5,133 LS – 119,417 BT.
2. Konsep
jarak
Jarak adalah ruang (space)
antara dua titik atau ruang antara dua obyek yang ditentukan. Jarak mempunyai
arti yang penting bagi kehidupan, terutama di bidang sosial, ekonomi dan
kebudayaan. Jarak merupakan faktor pembatas yang bersifat alami. Jarak
dihubungkan dengan keuntungan yang diperoleh, sehingga manusia cenderung akan
memperhitungkan jarak.
Misalnya:
a. Harga
tanah akan semakin tinggi apabila mendekati pusat kota dibandingkan dengan
harga tanah di pedesaan.
b. Peternakan ayam cenderung mendekati kota
sebagai tempat pemasaran, agar telur dan ayam yang dibawa ke tempat pemasaran
tidak banyak mengalami kerusakan, dibandingkan apabila peternakan ditempatkan
jauh dari kota.
c. Jarak
A ke C dan B ke C adalah 50 km. Tapi waktu tempuh A ke C hanya 2 jam sedangkan
B ke C adalah 4 jam. Ternyata kondisi jalan A ke C baik sedangkan B ke C buruk.
d. Waktu
tempuh R ke T hanya 3 jam dengan pesawat terbang sedangkan jika menggunakan
kapal laut membutuhkan waktu 2 hari.
3. Konsep Keterjangkauan
(Accesibility)
Konsep keterjangkauan tidak selalu berkaitan dengan jarak,
tetapi lebih sesuai dengan kondisi medan atau ada tidaknya sarana angkutan atau
komunikasi yang dapat dipakai.
Misalnya:
a. Keterjangkauan, Jakarta – Biak (pesawat
terbang); Bandung – Jakarta (kereta api).
b. Daerah A penghasil beras dan daerah B
penghasil sandang. Kedua daerah ini tidak akan berinteraksi apabila tidak ada
transportasi.
c. Suatu daerah tidak akan berkembang
apabila tidak dapat dijangkau oleh sarana transportasi.
d. Sebagian besar daerah yang dihuni
masyarakat di Kabupaten Yahukimo lebih mudah dijangkau dengan pesawat karena
berada di atas pegunungan.
4. Konsep Morfologi
Menggambarkan tentang permukaan
bumi yang disebabkan oleh proses dari dalam bumi (endogen) dan proses yang
terjadi diluar bumi (eksogen). Konsep ini mempunyai pengaruh yang besar
terhadap upaya manusia dalam memanfaatkan alam. Bentuk
permukaan
bumi sebagai hasil proses alam dan hubungannya dengan aktivitas manusia.
Misalnya:
a.Bentuk lahan akan terkait dengan erosi
dan pengendapan, penggunaan lahan, ketebalan lapisan tanah dan ketersediaan
air.
b.Pengelompokan pemukiman cenderung di
daerah datar.
c.Tanah di sekitar gunung api subur karena
endapan debu dan abu vulkanik. Tanah itulah yang dimanfaatkan manusia untuk
berkebun sayur.
5. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi adalah kecenderungan
persebaran yang bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan
paling menguntungkan atau pengelompokan penduduk dan
aktivitasnya di suatu daerah.
Misalnya:
a. Masyarakat atau penduduk cenderung
mengelompok pada tingkat sejenis, sehingga timbul daerah elit, daerah kumuh,
daerah perumnas, pedagang besi tua, pedagang barang atau pakaian bekas, dan
lain-lain.
b.Enam puluh delapan persen industri
tekstil Indonesia berada di Bandung.
c. Kegiatan pertanian terpusat di wilayah
pedesaan.
d. Kegiatan perkebunan teh dan kopi di
wilayah dataran tinggi.
e. Kegiatan tambak garam terpusat di
wilayah yang dekat dengan laut.
f. Industri semen dekat dengan kawasan
karst.
6. Konsep Pola
Pola adalah suatu susunan yang
berhubungan dengan sebaran gejala-gejala di permukaan bumi dalam suatu ruang
baik yang bersifat alami maupun gejala-gejala yang bersifat sosial budaya. Bentuk
interaksi manusia dengan lingkungan atau interaksi alam dengan alam,
hubungannya dengan pola persebaran, seperti sebagai berikut :
a. Pola aliran sungai terkait dengan jenis
batuan dan struktur geologi.
b.Pola pemukiman memanjang di tepi sungai
dan di pinggir laut atau jalan
7. Konsep Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan adalah nilai guna
suatu fenomena paada lokasinya dipermukaan bumi. Nilai kegunaan tergantung pada
kemampuan wilayah tersebut. Manfaat suatu wilayah atau daerah
mempuyai nilai tersendiri bagi orang yang menggunakannya.
Misalnya:
a. Daerah sejuk di pegunungan yang jauh dari
kebisingan, seperti di Puncak antara Bogor dengan Cianjur, banyak dijadikan
tempat peristirahatan dan rekreasi.
b.
Lahan yang subur sangat bernilai bagi
petani dibandingkan bagi nelayan atau karyawan atau pegawai kantor.
c. Laut berguna bagi belayan tapi tidak
untuk petani. Tapi bisa dikembangkan sebagai daerah wisata sehingga bermanfaat
bagi banyak orang.
8. Konsep
Diferensiasi Area (struktur keruangan atau distribusi
keruangan)
Diferansiasi area muncul karena
adanya gejala-gejala yang khas dan unik yang berbeda diantara suatu tempat
dengan tempat lainnya dipemukaan bumi. Gejala-gejala geosfer dalam suatu ruang
saling berhubungan dan saling berkaitan (terintegrasi) antara satu dengan yang
lainnya. Suatu wilayah kaitannya dengan wilayah lain. Wilayah
di permukaan bumi memiliki perbedaan nilai yang terdapat di dalamnya.
Misalnya:
a. Fenomena
yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lain, seperti:
1) jarak
dekat, jarak sedang, atau jarak jauh.
2) pemukiman
padat, sedang, atau jarang.
b.
Pertanian sayuran dihasilkan di daerah
pegunungan; perikanan laut atau tambak di pantai; dan padi di daerah yang
relatif datar.
c. Daerah dengan ketinggian 0-600 m dari
permukaan laut, tanaman yang tumbuh adalah padi, jagung, tembakau, tebu, karet,
kelapa, dan coklat. Daerah dengan ketinggian 1.500-2500 m, tanaman yang tumbuh
adalah teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.
9. Konsep Interaksi dan Interdependensi
Interaksi adalah hubungan timbal
balik antara daerah yang satu dengan yang lainnya, sedangkan interdependensi
adalah hubungan saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya. Setiap
wilayah tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri, tetapi memerlukan hubungan
dengan wilayah lain, sehingga memunculkan adanya hubungan timbal balik dalam
bentuk arus barang dan jasa, komunikasi, persebaran ide, dan lain-lain.
Misalnya:
Gerakan orang, barang, dan gagasan dari suatu tempat
ke tempat lain seperti,
a. Pergerakan
penduduk, berupa sirkulasi, komutasi (ulang-alik) dan migrasi.
b. Pergerakan
barang (sandang) dari kota ke desa; pangan dari desa ke kota.
c. Pergerakan
berita (informasi) melalui radio, televisi, surat kabar dan lain-lain terhadap
pembaca atau pemirsa.
d.
Di
kota berdiri industri besar yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak. Kemudian
penduduk dari desa berpindah ke kota untuk menjadi tenaga kerja. Jadi, kota
terpenuhi kebutuhan tenaga kerjanya sedang desa berkurang penganggurannya.
10.
Konsep Keterkaitan Ruang
Keterkaitan ruang menunjukan
derajat keterkaitan persebaran suatu fenomena dengan fenomena yang lain disuatu
tempat. Keterkaitan ini menyangkut fenomena alam, tumbuhan atau kehidupan
sosial. Suatu
wilayah dapat berkembang karena adanya hubungan dengan wilayah lain, atau
adanya saling keterkaitan antarwilayah dalam memenuhi kebutuhan dan sosial
penduduknya.
Misalnya:
a. Jika dikaji melalui peta, maka terdapat konservasi
spasial (keterkaitan wilayah) antara wilayah A, B, C, dan D.
b. Wilayah pantai yang menghasilkan ikan
kemudian dijual ke wilayah pegunungan. Sebaliknya wilayah pegunungan yang
menghasilkan teh atau kopi kemudian dijual ke wilayah pantai.
Daftar Pustaka
:
Soegimo, Dibyo
dan Riswanto. 2009. GEOGRAFI UNTUK SMA/MA X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional Tahun 2009.
Waluya, Bagja.
2009. GEOGRAFI SMA/MA Untuk Kelas X Semester 1 dan 2. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional Tahun 2009.
Geografi
untuk Kelas X SMA dan MA (Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial) (Semester 1)
(Kurikulum 2013) (Jilid 1A)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar